“Monopoli” Sebagai Tujuan dari Sebuah Start Up

Ketika mendengar kata monopoli, apa yang terbesit dalam pikiranmu? Saya rasa kamu pasti akan ingat dengan permainan monopoli seperti gambar yang ada di atas bukan? Permaianan monopoli tentunya menjadi permaianan yang sering kita mainkan saat kita masih kecil terutama yang satu generasi dengan saya yaitu yang lahir tahun 1990-an. Akan tetapi monopoli yang ingin saya bahas kali ini bukanlah permaianan monopoli tersebut.

Lalu, “monopoli” seperti apa yang dibahas kali ini?

 

Sebelum memulai lebih jauh, mari kita awali dengan sebuah pertanyaan berikut :

“Pernahkah kamu memakai mesin penelusur (Search Engine) selain google ?

Mungkin bagi sebagian orang terutama yang satu generasi dengan saya pernah merasakan menggunakan yahoo! sebagai mesin penelusur di tahun 2000an awal. Pada tahun itu, yahoo! masih cukup populer digunakan. Bagaimana dengan Google ? Google juga sudah mulai banyak digunakan namun belum sepopuler sekarang. Namun, kondisi saat ini sangat berkebalikan dengan saat itu, Google lebih banyak digunakan sekarang. Bahkan, “google” sudah menjadi suatu kata kerja karena saking populernya. Kata “google” sudah masuk dalam kamus bahasa inggris oxford ! Apabila pertanyaan tersebut dilontarkan kepada orang-orang zaman sekarang, saya rasa kita akan kesulitan untuk mendapatkan jawaban “ya pernah menggunakan mesin telusur selain google”. Selain itu, di dalam kehidupan sehari-hari seringkali ketika kita sedang mengobrol dengan orang-orang lalu tiba-tiba kita membahas sesuatu yang tidak kita ketahui, secara spontan biasanya kita akan bilang “cari saja di google”.

Mari kembali ke pokok pembahasan postingan saya kali ini tentang monopoli sebagai tujuan dari sebuah start up. Berdasarkan buku yang saya baca yaitu buku “Zero To One” karangan Peter Thiel, saya mendapat pengetahuan bahwasannya agar sebuah start up menjadi sangat sukses caranya adalah dengan melakukan “monopoli”. “Monopoli” disini maksudnya seperti paragraf sebelumnya yang saya tulis. Ketika kita bertanya kepada orang-orang tentang mesin penelusur apa yang mereka gunakan, maka kebanyakan dari mereka tentu akan menjawabnya dengan Google. Seperti itulah monopoli yang dimaksud, ketika diajukan sebuah pertanyaan tentang suatu produk kepada khalayak banyak, nama produk merekalah yang harus dijadikan sebagai jawabannya.

17178564107_4d95c15772_z
Buku Zero To One karangan Peter Thiel

Mengenai tentang “monopoli” kita bisa aplikasikan hal tersebut dengan fenomena transportasi online yang sedang marak. Pernahkah kita bertanya mengapa mereka saling berusaha melakukan promosi gencar-gencaran, bersaing satu sama lain? Mengapa tidak dari salah satu pihak berdiam diri saja? Menurut saya salah satu alasannya mereka ingin seperti google. Ketika orang bertanya tentang transportasi online, salah satu dari mereka adalah jawabannya. Apabila mereka tidak berusaha untuk menjadi nomor satu, maka habislah mereka. Dengan melakukan “monopoli”, orang-orang akan bergantung kepadanya. Ketergantungan tersebut membuat uang akan mengalir dengan sendirinya.

Demikianlah postingan singkat saya. Silahkan berikan kritik dan komentar pada kolom komentar dibawah. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s